Kamis, 03 Oktober 2013

Kurangnya Pelayanan Puskesmas di Aceh

Diposting oleh Unknown di 07.00

          Banyak masyarakat di beberapa kabupaten/kota di Aceh yang mengeluh dengan kurangnya pelayanan di puskesmas, padahal mereka semua harus mendapatkan pelayanan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi, malah yang di dapatkan oleh masyarakat yang berobat ke puskesmas adalah arogansi dan pelayanan buruk dari pihak puskesmas itu sendiri.
          Seperti contohnya, ada seorang ibu yang meminta surat rujukan dari salah satu puskesmas di Banda Aceh, malah sempat perang mulut dengan petugas di puskesmas tersebut, seharusnya petugas di puskesmas tersebut mempermudah ibu tersebut untuk mendapatkan surat rujukan kerumah sakit yang lebih baik, terlebih ibu tersebut adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) jadi sudah sepatutnya beliau mendapatkan haknya, sebab mereka sudah membayarnya dengan setiap bulan gajinya dipotong. Jadi, para petugas tersebut tidak seharusnya menahan ibu tersebut untuk mendapatkan rumah sakit yang lebih baik untuk menangani penyakit yang dideritanya. Terlebih lagi di puskesmas tersebut tidak terdapat obat yang dibutuhkan ibu tersebut. Jadi, sudah sepatutnya para petugas tersebut memberikan surat rujukan.
          Bukan hanya sikap yang tidak bersahabat saja yang ditunjukkan oleh para petugas di puskesmas, akan tetapi juga penyediaan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, ketersediaan ambulance, dan kenyamanan ruangan di rumah sakit, dan juga lingkungan disekitar puskesmas tersebut juga harus diperhatikan.
          Contoh lainnya, masyarakat desa Keude kecamatan Langkahan merasa kecewa dengan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pihak puskesmas. Saat mereka membawa empat teman mereka yang sedang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, ternyata di puskesmas tersebut hanya terdapat satu dokter pegawai tidak tetap. Dikarenakan luka yang cukup serius, pihak puskesmas merujuk  pasien-pasiennya untuk ke Rumah Sakit PMI. Akan tetapi, ambulance yang akan mereka gunakan sedang mengalami bocor ban.
          Sedangkan yang telah terjadi di puskesmas Sawang, dokter yang piket di puskesmas tersebut hanya piket sebanyak tiga kali dalam seminggu. Selain itu, sejumlah obat seperti antibiotik dan tabung oksigen tidak tersedia di puskesmas tersebut. Padahal, puskesmas tersebut termasuk puskesmas rawat inap.
          Puskesmas adalah salah satu unit pelaksana teknis Dinas kabupaten/kota berperan di dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat dengan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi segala harapan, keinginan, dan kebutuhan serta mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat.
          Pelayanan kesehatan yang baik di puskesmas merupakan suatu bentuk kepuasan tersendiri bagi pasien. Pepatah mengatakan “Pembeli adalah raja”. Jika dalam bidang pelayanan kesehatan, maksud dari pembeli disini adalah pengguna jasa-jasa pelayanan kesehatan, yang mempunyai hak dilayani layaknya seorang raja. Jadi, sudah sepatutnya pasien mendapatkan pelayanan yang memuaskan.
          Peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas dapat dimulai dari kebersihan lingkungan Puskesmas, mulai dari ruang IGD, kamar pemeriksaan pasien, rawat inap, toilet, ruang kartu, ruang obat, ruang laboratorium,  sampai pada ruang kantor dan lingkungan Puskesmas. Dan juga sikap para petugas yang harus bersikap  ramah dan murah senyum. Tidak boleh bersikap kasar kepada pasiennya. Sikap ramah dan murah senyum merupakan kewajiban dan tuntutan tugas yang mutlak dilakukan petugas kesehatan kepada pasien yang datang berobat ke Puskesmas.
          Sikap ramah itu dimulai dari penerimaan pasien di ruang pengambilan antrian berobat atau ruang pengambilan kartu berobat. Dan juga Dokter dan perawat Puskesmas harus bisa menumbuhkan keyakinan atau kepercayaan masyarakat bahwa  berobat di Puskesmas bisa menyembuhkan penyakit nya maupun keluarganya.
            Sehingga pasien mempunyai penilaian yang positif tentang mutu pelayanan yang diterimanya di puskesmas tersebut dan dia merasa nyaman dan senang berobat di puskesmas tersebut karena semua yang dia inginkan dan harapkan dapat dia temukan di puskesmas tersebut.
            Adanya hubungan timbal balik antara penyedia, penyelenggara, dan penerima jasa pelayanan kesehatan menjadi sangat penting, kerena di satu sisi terutama pihak pengguna pelayanan menghendaki pelayanan kesehatan yang baik, tersedianya fasilitas kesehatan, cepat, tanggap terhadap keluhan, dan murah. Sementara di sisi lain pihak penyelenggara pelayanan mempersepsikan mutu pelayanan kesehatan sebagai pekerjaan yang harus dikerjakan sesuai dengan prosedur dan aturan.

Tugas IMF
Opini untuk artikel Sektor Kesehatan(www.belanjapublikaceh.org)
Judul : Kurangnya Pelayanan Puskesmas di Aceh


0 komentar:

Posting Komentar

 

Another Life In My Mind Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei